Masa Pakai Timing Belt Mobil, Waktu Ganti dan Penyebab Kerusakan

Posted on

Masa pakai timing belt mobil perlu diperhatikan dengan baik. Jangan sampai mengabaikannya karena bisa menurunkan fungsi timing belt. Timing belt sendiri adalah salah satu komponen penting yang ada di mobil.

Masa Pakai Timing Belt Mobil, Waktu Ganti dan Penyebab Kerusakan
masterparts.com

Tanpa adanya timing belt, maka mobil tak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Timing belt sendiri juga sering disebut dengan sabuk gilir. Berikut ulasan selengkapnya.

Cermati Masa Pakai Timing Belt Mobil

Melansir Wikipedia, timing belt juga populer dengan sebutan sabuk waktu. Komponen ini ada di mesin pembakaran.

Fungsinya tak lain ialah untuk menyelaraskan putaran poros engkol sekaligus poros bubungan. Dengan demikian, katup mesin bisa terbuka dan tertutup di waktu yang tepat.

Proses katup terbuka dan tertutup tersebut terjadi saat langkah masuk maupun buang tiap silinder. Karena hal itu, komponen ini turut mempengaruhi fungsi komponen lainnya yang ada di mobil.

Setelah mengetahui pengertian dan fungsinya, pastikan juga memahami masa pakai timing belt mobil. Dalam hal ini, komponen tersebut memiliki masa pakai 50.000 sampai dengan 80.000 km.

Oleh karena itu, jika mobil sudah melewati batas angka tersebut, tandanya timing belt harus diganti. Begitu pula dengan komponen tensioner yang tak kalah penting untuk ikut diganti.

Tanda Timing Belt Mobil Harus Diganti

Selain melihat angka tadi, sebenarnya ada beberapa tanda kapan harus mengganti timing belt. Adapun salah satu tandanya yakni suara mesin terdengar tak normal.

Hal ini biasanya karena komponen mesinnya sudah aus, termasuk timing belt. Biasanya penyebabnya karena kekurangan oli pelumas. Kondisi karet pada komponen mesin juga mempengaruhi keausannya.

Penyebab Timing Belt Mobil Putus

Apabila membiarkannya saja dan tak langsung menggantinya, timing belt bisa putus. Untuk penyebabnya, selain melebihi masa pakai timing belt mobil, sebenarnya juga bisa karena kesalahan saat pemasangan.

Pemasangan timing belt yang terlalu kendor ataupun terlalu kencang membuat fungsinya tidak optimal. Mirisnya lagi, komponen tersebut bisa putus sewaktu-waktu.

Saat komponen ini putus, maka akibatnya sangatlah membahayakan dan merugikan pecinta otomotif. Hal ini lantaran piston dan katup jadi saling terbentur. Kondisi tersebut jelas merusak komponen mesin.

Pentingnya Menjaga Timing Belt

Komponen vital di mesin ini perlu dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai kualitasnya menurun karena bisa mengganggu kinerjanya. Fungsi timing belt mobil pun jadi tidak optimal.

Sebaliknya, dengan menjaga timing belt, maka kegunaannya jelas maksimal. Mesin tak akan bermasalah.

Keamanan, keselamatan dan kenyamanan pecinta otomotif selama mengendarai mobil juga terjamin. Untuk itu, jaga kondisi timing belt dan pastikan tetap fungsional dengan pengecekan secara berkala.

Usai simak uraian di atas, pastinya tahu masa pakai timing belt mobil. Pahami pula pengertian, fungsi, maupun informasi menarik lainnya tentang komponen tersebut. Hal yang pasti, segera ganti saat komponennya aus.